Sayang, hari ini tanggal 17 Januari 2012. Lebih tepatnya jam 02.51 dini hari, dengan kamu yang sedang tidur di sebelah aku. Sumpah aku bersyukur. Kamu masih ada di sisi aku sampai saat ini.
Aku ga bisa tidur. Aku udah beberapa hari ini kepikiran sama kata-kata kamu. Kalau inget itu, hatiku kaya ketusuk. Kayanya jantung aku kebakar sampe ninggalin panas di dada sebelah kanan aku. Nyeri dan panas.
Kamu inget ga kata-kata kamu yang ini :
“Aku ga bisa milih antara ibuku atau kamu. aku sayang sama kamu, tapi aku juga sayang sama ibuku,”
“Aku pengen sendiri aja, tapi aku ga mau kamu jauh dari aku,”
“Aku bingung, aku ga siap komitmen seperti yang kamu minta,”
“Sampai aku lulus entar, aku ga mau mikirin soal komitmen. aku ga siap,”
“Aku juga suka di jodoh-jodohin sama bos aku, tapi aku bilang udah punya pacar,”
“Kamu kenapa ga cari yang lebih mapan aja, yang lebih baik di banding aku. aku ga bisa ngasih kepastian sama kamu. kamu jangan terlalu ngeharapin aku,”
inget ga di?
maaf kalau aku begini. tapi jujur kata-kata itu bikin hatiku gamang banget. aku bingung harus gimana?
aku bingung kenapa aku di posisi seperti ini? karma kah?
orang yang paling aku sayang selama ini menganggap perasaanku kaya sendal. kenapa sendal?
dimata aku kamu itu tipe orang yang ga suka pake sendal. kamu pakai sendal pada saat kamu ga berjalan jauh, alias cuma pergi yang deket-deket aja. kalau kamu mau jalan jauh, kamu akan ganti dengan sepatu.
itu persis hubungan kita. kamu dengan aku cuma saat ini doang. buat kamu, aku bukanlah seseorang yang akan kamu bawa jauh ke masa depan kamu. mungkin karena aku terlalu biasa seperti sendal.
aku cuma sepasang sendal yang berharap tuannya akan memperlakukannya dengan baik sehingga ga cepet rusak dan bisa dipakai dalam waktu yang lama. Sepasang sendal ga masalah dengan pakaian tuannya yang santai, atau mungkin lusuh pada saat dia dipakai. Bahkan kadang-kadang dia rela diceburin ke air, lumpur bahkan kotoran sekalipun, asalkan tuannya selalu bersih.
sepasang sendal jarang disimpan dengan baik, mereka kena hujan, panas, dicakar kucing buat asah kuku mereka supaya tajam. sepasang sendal jarang di bawa ketempat mewah n mahal. karena biasanya majikannya malu makai sendal. mereka hanya dibawa ke pasar, mesjid atau mungkin cuma di kamar mandi.
aku rela di, aku rela kamu kasih aku hidup yang kaya gini pada saat sekarang. mungkin pada saat kamu lulus nanti, orang tua kamu akan terus jodohin kamu. aku yakin, kamu akan milih mereka dan ninggalin aku. yang aku bisa, aq nikmatin semua waktuku sama kamu tanpa berusaha minta pamrih.
cuma ini doaku, aku pengen jodoh sama kamu. tapi kalaupun itu ga mungkin dan kamu bukan takdirku, semoga ada orang lain yang bisa gantiin kamu di hati aku dan bikin aku ga nyesal menjadi sandal dan mau nerima aku apa adanya dengan rasa sayang, setia dan slalu bikin aku happy. sehingga pada saat aku ngelihat kamu bahagia sama pasangan hidup kamu, ga ada rasa sesal dihatiku.
Adi,
aku sempat mikir, walaupun jangan sampe terjadi. pada saat ini kalau tiba-tiba sampai aku hamil (tapi jangan sampai), mungkin aku ga akan minta pertanggung jawaban dari kamu. karena aku tau kamu ga belum siap buat berkomitmen. kalaupun dipaksakan kamu ga akan bahagia.
aq akan pergi jauh dari kamu dan berusaha nutupin semua dari kamu. biarlah aku yang hadapin sendiri. aku ga pengen ngasih beban sama kamu. aku ga pengen kamu ga bahagia karena aku. kalaupun kita memang jodoh, aku berdoa semoga tuhan ngasih kita akhir yang bikin kita sama-sama bahagia.
adi, kamu tau khan? aku sayang kamu dan akan terus sayang sama kamu sampe kapanpun. walaupun aku sedih karena kamu ga ngerasaain hal itu ke aku. asalkan kamu happy aku gpp.
i love you, sayang,




Apa arti cinta yang sesungguhnya